Model Pembelajaran Berbasis Projek (Project Based Learning) Pada Pembelajaran Matematika

matematika.guruindonesia.id - Model Pembelajaran Berbasis Projek (Project Based Learning) Pada Pembelajaran Matematika yang cocok diterapkan untuk semua jenjang baik SD, SMP, SMA maupun SMK, karena model pembelajaran ini bertujuan untuk menemukan pemecahan dari suatu masalah, selain itu agar peserta didik mempelajari konsep serta cara pemecahan masalah dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

Model Pembelajaran Berbasis Projek (Project Based Learning) Pada Pembelajaran Matematika
Project Based Learning

1) Pengertian Model Project Based Learning (PjBL)

Pembelajaran Berbasis Projek atau Project Based Learning (PBL) adalah model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam suatu kegiatan atau projek yang menghasilkan suatu produk. Keterlibatan siswa mulai dari merencanakan, membuat rancangan, melaksanakan, dan melaporkan hasil kegiatan berupa produk dan laporan pelaksanaanya. 

Model pembelajaran ini menekankan pada proses pembelajaran jangka panjang, siswa terlibat secara langsung dengan berbagai isu dan persoalan kehidupan sehari-hari, belajar bagaimana memahami dan menyelesaikan persoalan nyata, bersifat interdisipliner, dan melibatkan siswa sebagai pelaku mulai dari merancang, melaksanakan dan melaporkan hasil kegiatan (student centered).

Pembelajaran Berbasis Projek (PBL) pada mata pelajaran matematika dan mata pelajaran lainnya dirancang dalam rangka:
  1. Mendorong dan membiasakan siswa untuk menemukan sendiri (inquiry), melakukan penelitian/pengkajian, menerapkan keterampilan dalam merencanakan (planning skills), berfikir kritis (critical thinking), dan penyelesaian masalah (problem-solving skills) dalam menuntaskan suatu kegiatan/projek. 
  2. Mendorong siswa untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap tertentu ke dalam berbagai konteks (a variety of contexts) dalam menuntaskan kegiatan/projek yang dikerjakan. 
  3. Memberikan peluang kepada siswa untuk belajar menerapkan interpersonal skills dan berkolaborasi dalam suatu tim sebagaimana orang bekerjasama dalam sebuah tim dalam lingkungan kerja atau kehidupan nyata. 
Kakteristik Pembelajaran Berbasis Projek dibandingkan model pembelajaran lainya diantaranya sebagai berikut:.
  1. Siswa membuat keputusan tentang sebuah kerangka kerja;
  2. Adanya permasalahan atau tantangan yang diajukan kepada siswa;
  3. Siswa mendesain proses untuk menentukan solusi atas permasalahan atau tantangan yang diajukan;
  4. Siswa secara kolaboratif bertanggungjawab untuk mengakses dan mengelola informasi untuk memecahkan permasalahan;
  5. Proses evaluasi dijalankan secara kontinyu;
  6. Siswa secara berkala melakukan refleksi atas aktivitas yang sudah dijalankan; 
  7. Produk akhir aktivitas belajar akan dievaluasi secara kualitatif; dan
  8. Situasi pembelajaran sangat toleran terhadap kesalahan dan perubahan.
Baca Juga:
Model Pembelajaran Discovery Learning pada Pembelajaran Matematika
Model Problem Based Learning (PBL) Pada Pelajaran Matematika
Peran guru dalam Pembelajaran Berbasis Projek sebaiknya sebagai fasilitator, pelatih, penasehat dan perantara untuk mendapatkan hasil yang optimal sesuai dengan daya imajinasi, kreasi, dan inovasi dari siswa.

Beberapa hambatan dalam implementasi metode pembelajaran Berbasis Projek antara lain banyak guru merasa nyaman dengan kelas tradisional, di mana guru memegang peran utama di kelas. Ini merupakan suatu transisi yang sulit, terutama bagi guru yang kurang atau tidak menguasai teknologi. 

Untuk itu disarankan menggunakan team teaching dalam proses pembelajaran, dan akan lebih menarik lagi jika suasana ruang belajar tidak monoton. Beberapa contoh perubahan lay-out ruang kelas, seperti: traditional class (teori), discussion group (pembuatan konsep dan pembagian tugas kelompok), lab tables (saat mengerjakan tugas mandiri), circle (presentasi). Atau buatlah suasana belajar bebas dan menyenangkan.

2) Kelebihan dan Kekurangan Project Based Learning (PjBL)

Kelebihan dan kekurangan pada penerapan Pembelajaran Berbasis Projek dapat dijelaskan sebagai berikut.

Keuntungan Pembelajaran Berbasis Projek
  1. Meningkatkan motivasi belajar siswa untuk belajar, mendorong kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan penting, dan mereka perlu untuk dihargai.
  2. Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
  3. Membuat siswa menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks.
  4. Meningkatkan kolaborasi.
  5. Mendorong siswa untuk mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi.
  6. Meningkatkan keterampilan siswa dalam mengelola sumber. 
  7. Memberikan pengalaman kepada siswa tentang pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi projek, serta membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas.
  8. Menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan siswa secara kompleks dan dirancang untuk berkembang sesuai dunia nyata.
  9. Melibatkan para siswa untuk belajar mengambil informasi dan menunjukkan pengetahuan yang dimiliki, kemudian diimplementasikan dengan dunia nyata.
  10. Membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, sehingga baik siswa maupun pendidik menikmati proses pembelajaran.
Kelemahan Pembelajaran Berbasis Projek
  1. Siswa yang memiliki kelemahan dalam penelitian atau percobaan dan pengumpulan informasi akan mengalami kesulitan.
  2. Kemungkinan adanya siswa yang kurang aktif dalam kerja kelompok.
  3. Ketika topik yang diberikan kepada tiap-tiap kelompok berbeda, dikhawatirkan siswa tidak bisa memahami topik secara keseluruhan.

3) Sintaks (langkah-langkah) PBL dan Kegiatan Penilaian

a) Langkah langkah pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Projek dapat dijelaskan sebagai berikut.

Model Pembelajaran Berbasis Projek (Project Based Learning) Pada Pembelajaran Matematika
Langkah-langkah PjBL
Penjelasan Langkah-Langkah Pembelajaran Berbasis Projek sebagai berikut.
1) Penentuan Pertanyaan Mendasar (Start With the Essential Question)
Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial, yaitu pertanyaan yang dapat memberi penugasan siswa dalam melakukan suatu aktivitas. Topik yang diambil sesuai dengan realitas dunia nyata dan dimulai dengan sebuah investigasi mendalam. Guru berusaha agar topik yang diangkat relevan untuk para siswa.
2) Mendesain Perencanaan Projek (Design a Plan for the Project)
Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara pengajar dan siswa. Dengan demikian siswa diharapkan akan merasa “memiliki” atas projek tersebut. Perencanaan berisi tentang aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial, dengan cara mengintegrasikan berbagai subjek yang mungkin, serta mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian projek.
3) Menyusun Jadwal (Create a Schedule)
Guru dan siswa secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan projek. Aktivitas pada tahap ini antara lain:
  • Membuat timeline untuk menyelesaikan projek, 
  • Membuat deadline penyelesaian projek, 
  • Membawa siswa agar merencanakan cara yang baru, 
  • Membimbing siswa ketika mereka membuat cara yang tidak berhubungan dengan projek, dan 
  • Meminta siswa untuk membuat penjelasan (alasan) tentang pemilihan suatu cara.
b) Kegiatan Penilaian
1) Pengertian
Penilaian projek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, serta pengolahan dan penyajian data. Penilaian projek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan, dan kemampuan menginformasikan siswa pada mata pelajaran tertentu secara jelas.

Penilaian projek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan, sampai hasil akhir projek. Untuk itu, guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan disain, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapan laporan tertulis. Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk poster. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian.
Pada penilaian projek setidaknya ada tiga hal yang perlu dipertimbangkan.
(a) Kemampuan pengelolaan
(b) Relevansi
(c) Keaslian

2) Teknik Penilaian Projek
Penilaian projek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan, sampai hasil akhir projek. Untuk itu, guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan disain, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapan laporan tertulis. Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk poster. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek atau skala penilaian.

Penilaian Projek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan, sampai dengan akhir projek. Untuk itu guru perlu memperhatikan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai. Pelaksanaan penilaian dapat juga menggunakan rating scale dan checklist.

4) Peran Guru dan Siswa

Peran guru pada Pembelajaran Berbasis Projek meliputi:
  1. Merencanakan dan mendesain pembelajaran, 
  2. Membuat strategi pembelajaran, 
  3. Membayangkan interaksi yang akan terjadi antara guru dan siswa, 
  4. Mencari keunikan siswa, 
  5. Menilai siswa dengan cara transparan dan berbagai macam penilaian, 
  6. Membuat portofolio pekerjaan siswa.
Peran siswa pada Pembelajaran Berbasis Projek meliputi :
  1. Menggunakan kemampuan bertanya dan berpikir, 
  2. Melakukan riset sederhana, 
  3. Mempelajari ide dan konsep baru, 
  4. Belajar mengatur waktu dengan baik, 
  5. Melakukan kegiatan belajar sendiri/kelompok, 
  6. Mengaplikasikan hasil belajar lewat tindakan serta 
  7. Melakukan interaksi sosial, antara lain wawancara, survei, atau observasi.
Model Pembelajaran Project Based Learning (PBL) merupakan salah satu metode dalam pembelajaran yang sesuai dengan matematika terutama materi yang tuntutna pembelajaran yang menghendaki adanya lingkungan belajar yang nyata sesuai konteks yang real di lapangan. Oleh karena itu hendaknya guru dapat menerapkan metode pembelajaran ini sesuai dengan materi pelajaran yang diampunya. Karena dengan model pembelajaran PBL seperti inilah peserta didik akan menjadi lebih aktif dan kreatif, dengan belajar dari apa yang mereka lihat dari lingkungannya.
Semoga bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "Model Pembelajaran Berbasis Projek (Project Based Learning) Pada Pembelajaran Matematika"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel