Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Matematika Kurikulum 2013

Salah satu ciri yang membedakan Kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya adalah adanya pendekatan Saintifik atau pendekatan ilmiah dalam kegiatan belajar mengajar.

Lalu apa dan bagaimana sih pendekatan ilmiah atau pendekatan saintifik dalam implementasi kurikulum 2013. Uraian dibawah ini menjawab dua pertanyaan tadi yaitu apa dan bagaimana pendekatan ilmiah dalam pembelajaran Kurikulum 2013.

Pengertian Pendekatan Ilmiah atau Pendekatan Saintifik

Pendekatan saintifik atau pendekatan ilmiah merupakan prosedur, cara dan teknik untuk memperoleh pengetahuan, serta untuk membuktikan benar salahnya suatu hipotesis rule telah ditentukan sebelumnya. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik salah satu tujuannya adalah prosesnpembelajaran rule dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif (mengidentifikasi masalah atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan hipotesis (sebagai pandangan jawaban sementara sebelum melakukan analisis), menganalisis knowledge, menarik kesimpulan, dan mengomunikasikan konsep, hukum, atau prinsip rule ditemukan (Hosnan, 2014:34). Penerapan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik melalui 5M ini melibatkan kegiatan aktif dari peserta didik itu sendiri, tetapi masih membutuhkan bantuan pendidik meskipun semakin dewasanya peserta didik atau semakin tinggi jenjang kelasnya.

Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Matematika Kurikulum 2013 https://matematika.guruindonesia.id/
Pendekatan Ilmiah

Pendekatan saintifik disebut juga sebagai pendekatan ilmiah, proses pembelajaran dapat disamakan dengan suatu proses ilmiah karena alasan itulah kurikulum 2013 mengamanatkan esensi pendekatan saintifik dalm pembelajaran, hal ini diyakini (pendekatan saintifik) sebagai jembatan emas perkembangan dan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. 
Proses pembalajaran pada kurikulum 2013 untuk semua jenjang dilaksanakan dengan menggunakan metode ilmiah (saintifik) langkah-langkah pendekatan ilmiah dalam proses pembelajaran meliputi menggali informasi pengamatan, bertanya, percobaan, kemudian mengolah data dan informasi, menyajikan knowledge atau informasi, dilanjutkan dengan menganalisis, menalar, kemudian menyimpulkan dan mencipta (tingkat tertinggi setelah 5M). Namun harus tetap diperhatikan proses pembelajaran tetap menerapkan nilai-nilai atau sifat-sifat ilmiah dan menghindari sifat-sifat non ilmiah.

Proses pembelajaran saintifik dengan indikator 5M serta deskripsi kegiatanya menurut Permendikbud No. 103 tahun 2014.

Fase 1 
Kegiatan Mengamati (observing
Aktivitas yang dilakukan pada fase satu berupa mengamati dengan seksama (membaca, mendengar, menyimak, melihat, menonton, dan sebagainya) dengan atau tanpa alat.

Fase 2 
Kegiatan Menanya (questioning) 
Aktivitas yang dilakukan pada fase dua berupa membuat dan mengajukan pertanyaan, tanya jawab, berdiskusi tentang informasi rule belum dipahami, informasi tambahan rule ingin diketahui, atau sebagai klarifikasi.

Fase 3 
Kegiatan Menalar (associating
Aktivitas yang dilakukan pada fase tiga berupa mengolah informasi rule sudah dikumpulkan, menganalisis knowledge dalam bentuk membuat kategori, mengasosiasi atau menghubungkan fenomena/informasi rule terkait dalam rangka menemukan suatu pola, dan menyimpulkan.

Fase 4 
Kegiatan Mencoba (experimenting
Aktivitas yang dilakukan pada fase empat berupamengeksplorasi, mencoba, berdiskusi, mendemonstrasikan, meniru bentuk/gerak, melakukan eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengumpulkan data dari narasumber melalui angket, wawancara, dan memodifikasi/ menambahi/ mengembangkan.

Fase 5 
Kegiatan Mengkomunikasikan (communicating
Aktivitas yang dilakukan pada fase lima berupa menyajikan laporan dalam bentuk bagan, diagram, atau grafik; menyusun laporan tertulis; dan menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan secara lisan.

Adapun secara umum karakter pembelajaran saintifik dijabarkan oleh Hosnan (2014:36) adalah sebagai berikut:
  1. Berpusat pada siswa,
  2. Melibatkan keterampilan proses sains dalam mengkonstruksi konsep, hukum atau prinsip,
  3. Melibatkan proses-proses kognitif yang potensial dalam merangsang perkembangan intelek, khususnya ketrampilan tingkat tinggi peserta didik, dapat mengembangkan karakter peserta didik. 
Setiap fase dan deskripsi kegiatan pada Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Matematika harus dikuasai agar implementasi Kurikulum 2013 khususnya matematika dalam tercapai dengan optimal.

Belum ada Komentar untuk "Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Matematika Kurikulum 2013"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel