Penggunaan ICT dalam Pembelajaran Matematika

matematika.guruindonesia.id - Guru matematika atau pun guru mata pelajaran lainnya sudah saatnya harus mampu menerapkan ICT dalam kegiatan belajar mengajar di sekolahnya masing-masing. tentunya penggunaan ICT dalam proses pembelajaran harus memperhatikan sarana dan prasarana yang ada di lingkungannya.
Penggunaan ICT dalam Pembelajaran Matematika
ICT Pada Matematika
Apa, dan bagaimana serta manfaat penggunaan ICT dalam pembelajaran khususnya matematika, akan diulas pada kesempatan kali ini. 

Pengertian ICT


ICT (Information and Communication Technology) atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Secara umum ICT merupakan bentuk teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi, sehingga menurut definisi tersebut maka ICT mencakup semua perangkat keras, perangkat lunak, kandungan isi, dan infrastruktur computer maupun telekomunikasi.

Menyadari pentingnya ICT sebagai bidang yang berperan besar dalam pembangunan nasional, maka kementerian Kementerian Negara Riset dan Teknologi memberikan arahan sektor-sektor yang diprioritaskan untuk dikembangkan melalui kegiatan riset, antara lain: infrastruktur informasi, software (perangkat lunak), kandungan informasi (information content), pengembangan Sumber Daya Manusia dan kelembagaan, pengembangan regulasi dan standarisasi. 

Menanggapi pentingnya ICT ini, perlunya adanya pengintegrasian dalam dunia pendidikan. Mengingat pendidikan sebagai agen perubahan dalam pemberdayaan Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Tujuan Utama Pengintegrasian ICT ke dalam pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran telah dinyatakan oleh UNESCO pada tahun 2002 sebagai berikut: 
  1. Membangun knowledge based society habits” seperti kemampuan memecahkan masalah (problem solving), kemampuan berkomunikasi, kemampuan mencari, mengoleh/mengelola informasi, mengubahnya menjadi pengetahuan baru dan mengkomunikasikannya kepada orang lain; 
  2. Mengembangkan keterampilan menggunakan ICT literacy;  
  3. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran. 
Secara teoritis, ICT memainkan peran yang sangat luar biasa untuk mendukung terjadinya proses belajar yang active, constructive, collaborative, intentional, conversational, contextualized, dan reflective. secara rinci kegiatan tersebut adalah berikut ini
  1. Active; memungkinkan siswa dapat terlibat aktif oleh adanya proses belajar yang menarik dan bermakna.
  2. Constructive; memungkinkan siswa dapat menggabungkan ide-ide baru kedalam pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya untuk memahami makna atau keinginan tahuan dan keraguan yang selama ini ada dalam benaknya. 
  3. Collaborative; memungkinkan siswa dalam suatu kelompok atau komunitas yang saling bekerjasama, berbagi ide, saran atau pengalaman, menasehati dan memberi masukan untuk sesama anggota kelompoknya. 
  4. Intentional; memungkinkan siswa dapat secara aktif dan antusias berusaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan. 
  5. Conversational; memungkinkan proses belajar secara inherent merupakan suatu proses sosial dan dialogis dimana siswa memperoleh keuntungan dari proses komunikasi tersebut baik di dalam maupun luar sekolah. 
  6. Contextualized; memungkinkan situasi belajar diarahkan pada proses belajar yang bermakna (real-world) melalui pendekatan problem-based learning atau case-based learning‖. 
  7. Reflective; memungkinkan siswa dapat menyadari apa yang telah ia pelajari serta merenungkan apa yang telah dipelajarinya sebagai bagian dari proses belajar itu sendiri.
Dengan kata lain, ICT memungkinkan pembelajaran dapat disampaikan untuk berbagai modalitas belajar (multisensory), baik audio, visual, maupun kinestetik. ICT memungkinkan pembelajaran disampaikan secara interaktif dan simulatif sehingga memungkinkan siswa belajar secara aktif. ICT juga memungkinkan untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi (seperti problem solving, pengambilan keputusan, dll.) serta secara tidak langsung meningkatkan ICT literacy”.

Tujuan Mempelajari Matematika

Mata pelajaran matematika merupakan induk dari semua mata pelajaran oleh sebab itu maka matematika diajarkan dimulai dari jenjang sekolah dasar karena Mata pelajaran dapat membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif.

Pembelajaran matematika merupakan suatu upaya/kegiatan (merancang dan menyediakan sumber – sumber belajar, membantu/membimbing, memotivasi, mengarahkan) dalam membelajarkan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran matematika. Pentingnya Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran adalah Untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran, oleh sebagab itu sekolah diharapkan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi seperti komputer, alat peraga, atau media lainnya

Peranan ICT dalam Pembelajaran Matematika

Penerapan ICT mampu meningkatkan pemahaman konsep dasar matematika siswa. Banya peneliti yang fokus meneliti dan mengevaluasi terkait manfaat penerapan ICT. Becta (2003) menyimpulkan bahwa penerapan ICT dapat mendorong siswa lebih aktif berkolaborasi dan saling memberi informasi, karena penggunaan teknologi tersebut lebih terkonsentrasi pada peningkatan kemmapuan pemecahan masalah daripada keterampilan menghitung yang memungkin siswa untuk berdiskusi dengan teman sekelas. 

ICT sebagai media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam manfaat ICT dalam meningkatkan aktifitas belajar matematika siswa diantaranya sebagai berikut: 
  1. Meningkatkan motivasi belajar siswa dalam belajar matematika karena konten yang disajikan kekinian dan sesuai perkembangan era digital, 
  2. Membantu siswa mengaitkan konsep dengan kemampuan awal yang dimiliki siswa 
  3. Membantu siswa menyelesaikan tugas karena sifat teknologi saat ini memudahkan informasi sampai kepada siswa tanpa ada batasan, 
  4. Membantu siswa memahami konsep praktis matematika, 
  5. Membantu guru menciptakan suasana belajar yang berbeda dengan sifat ICT yang interaktif, 
  6. Proses pembelajaran lebih visual,menyenangkan, dan atraktif, serta
  7. Menciptakan susasan nyaman dalam belajar karena para siswa dapat belajar sesuai kemampuan mereka memahami materi.

Kekurangan ICT/ TIK dalam Pendidikan

Kekurangan atau kelemahan ICT dalam kegiatan pembelajaran matematika dan pendidikan secara umum adalah sebagai berikut:
  1. Harga komputer, proyektor, dan alat - alatnya relatif cukup mahal sehingga tidak semua siswa dapat memilikinya.
  2. Permasalahan dalam pengoperasian alat - alatnya. 
  3. Kesulitan untuk para pengajar dengan pengalaman yang minim dengan penggunakan alat ICT. Dalam hal ini, perlu lebih banyak sosialisasi untuk para guru agar bisa memanfaatkan teknologi untuk pendidikan secara maksimal.
  4. Penyalahgunaan teknologi untuk hal - hal negatif oleh siswa seperti mencontek, mengakses konten pornografi, dan cyber bullying.
  5. Bermain game di smartphone saat guru menerangkan pelajaran.
Pada akhirnya dengan semakin pesatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT), maka dunia pendidikan harus ikut serta berperan dalam menyongsong dan memanfaatkan perubahan tersebut, tanpa terkecuali seorang guru matematika harus mampu menggunakan ICT dalam proses kegiatan belajar mengajar. Akhirnya semoga informasi mengenai Manfaat Penggunaan ICT pada pembelajaran Matematika ini dapat bermanfaat. Terima kasih telah berkunjung dan membaca informasi ini sampai tuntas. Selamat mencoba.

Belum ada Komentar untuk "Penggunaan ICT dalam Pembelajaran Matematika"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel