Pedoman Penyusunan Soal HOTS (High Order Thinking Skills)

matematika.guruindonesia.id - Menjelang pergantian akhir tahun Pelajaran setiap sekolah tentunya harus mengukur tingkat keberhasilan proses belajar mengajar yang dilakukan oleh peserta didik dan guru pengajarnya. Kegiatan Penilaian di akhir tahun pelajaran bagi peserta didik yang tidak berada di tingkat akhir pada jenjang pendidikan yang sedang mereka tempuh akan melaksanakan kegiatan Penilaian Akhir Tahun (PAT). Soal-soal penilaian yang akan diujikan pada peserta didik harus berbentuk Soal-soal HOTS, bukan lagi MOTS apalagi LOTS, oleh sebab itu guru atau tenaga pengajar harus mampu membuat atau menyusun soal-soal HOTS pada kegiatan Penilaian Akhir Tahun.

Teknik Penyusunan Soal HOTS (High Order Thinking Skill)
Penyusunan Soal HOTS
Pada kesempatan kali ini admin akan berbagi informasi tentang Teknik Penyusunan Soal HOTS, namun sebelum membahas bagaimana cara menyusun soal HOTS kita harus tahu terlebih dahulu apa itu HOTS, atau apa itu Soal HOTS


A. Pengertian soal HOTS 

Untuk memahami pengertian dari soal HOTS maka harus dipahami terlebih dahulu apa itu HOTS. Beberapa ahli telah mendefinisikan pengertian HOTS salah satunya yaitu HOTS (Higher Order of Thinking Skill) adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi jadi berdasarkan pengertian tersebut maka Pengertian Soal HOTS adalah instrumen pengukuran yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, yaitu kemampuan berpikir yang tidak sekadar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate), atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite). 

Dalam konteks asesment Soal-soal HOTS bertujuan mengukur kemampuan siswa dalam beberapa hal berikut: 
1) transfer satu konsep ke konsep lainnya, 
2) memproses dan menerapkan informasi, 
3) mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda-beda,
4) menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah, dan
5) menelaah ide dan informasi secara kritis.

Meskipun soal HOTS menuntut kemampuan berfikir tingkat tinggi namun tidak berarti soal HOTS harus selalu susah, bahkan dari soal mengingat (recall) sekalipun.

Dalam penyajian materi pengetahuan dibagi menjadi 4 dimensi yaitu Dimensi faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif, kaitan dengan soal HOTS maka pada dimensi pengetahuan harus sampai pada dimensi metakognitif yaitu harus menggambarkan kemampuan untuk menghubungkan beberapa konsep yang berbeda tentunya, menginterpretasikan dan memecahkan suatu masalah (problem solving), memilih strategi pemecahan masalah yang tepat, menemukan (discovery) metode baru, berargumen (reasoning) dan mengambil keputusan yang tepat.

Pada Taksonomi Bloom yang direvisi oleh Anderson & Krathwohl (2001), dimensi berpikir yang masuk kategori HOTS adalah dimensi berfikir C4-C6 yaitu: menganalisis (analyzing-C4), mengevaluasi (evaluating-C5), dan mengkreasi (creating-C6), sedangkan dimensi proses berfikir tingkat C1-C3 masuk kategori LOTS dan MOTS

Dimensi proses berpikir dalam Taksonomi Bloom sebagaimana yang telah disempurnakan oleh
Anderson & Krathwohl (2001), terdiri atas kemampuan: 
  1. C1 - mengetahui (knowing), 
  2. C2 - memahami (understanding), 
  3. C3 - menerapkan (aplying), 
  4. C4 - menganalisis (analyzing), 
  5. C5 - mengevaluasi (evaluating), 
  6. C6 - mengkreasi (creating). 
Pemilihan Kata Kerja Operasional (KKO) dalam penyusunan soal HOTS jangan sampai terjebak dengan ranah pada Taksonomi Bloom tetapi ditentukan oleh tuntutan proses berfikir dan stimulus yang disajikan. Stimulus dalam pembelajaran kontekstual maka harus menyajikan permasalahan yang relevan di sekitar lingkungan peserta didik seperti adat, budaya, dan kejadian-kejadian aktual.

B. Karakteristik Soal HOTS
Agar dapat menyusun soal-soal HOTS dengan baik, maka seorang guru atau tenaga pengajar harus mengetahui dan memahami karakteristik soal-soal HOTS,sebagai berikut:  

1. Mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi
Secara konsep berfikir tingkat tinggi adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan proses: menganalisis, merefleksi, memberikan argumen (alasan), menerapkan konsep pada situasi berbeda, menyusun, menciptakan. Kemampuan berpikir tingkat tinggi bukanlah kemampuan untuk mengingat, mengetahui, atau mengulang. 

Soal-soal HOTS menuntut kreativitas dalam proses penyelesaiannya, Kreativitas dalam penyelesaian soal HOTS adalah sebagai berikut:
a. Kemampuan dalam menyelesaikan permasalahan yang tidak umum di dengar (familiar);
b. Kemampuan dalam mengevaluasi strategi yang digunakan dalam menyelesaikan masalah dari sudut pandang yang berbeda; 
c. Menemukan model-model penyelesaian baru yang berbeda dengan cara-cara telah ada sebelumnya. 

2. Berbasis permasalahan kontekstual
Karakteristik asesmen kontekstual terdiri dari yang disingkat REACT, diuraikan sebagai berikut
  • Relating adalah asesmen terkait langsung dengan konteks pengalaman kehidupan nyata.
  • Experiencing adalah asesmen yang ditekankan kepada penggalian (exploration), penemuan (discovery), dan penciptaan (creation).
  • Applying adalah asesmen yang menuntut kemampuan peserta didik untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di dalam kelas untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata.
  • Communicating adalah asesmen yang menuntut kemampuan peserta didik untuk mampu mengomunikasikan kesimpulan model pada kesimpulan konteks masalah.
  • Transfering adalah asesmen yang menuntut kemampuan peserta didik untuk mentransformasi konsep-konsep pengetahuan dalam kelas ke dalam situasi atau konteks baru.
Baca Juga:
Problem Based Learning (PBL) Pada Pelajaran Matematika
Model Pembelajaran Discovery Learning pada Pembelajaran Matematika
Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Matematika Kurikulum 2013
3. Menggunakan bentuk soal beragam 
Soal-soal HOTS dapat disusun atau disajikan dengan berbagai macam bentuk instrument guru dapat memilih jenis bentuk soal yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan sebagai berikut:
  • Pilihan ganda
  • Pilihan ganda kompleks (benar/salah, atau ya/tidak)
  • Isian singkat atau melengkapi
  • Jawaban singkat atau pendek
  • Uraian 
C. Level Kognitif
Pada bagian awal telah disinggung bahwa proses berfikir dibagi menjadi level LOTS (C1), Level MOTS (C2-C3) dan Level HOTS (C4-C6), Anderson mengkalisikasikan dimensi proses berfikir dalamtabel berikut

Teknik Penyusunan Soal HOTS (High Order Thinking Skill)
Level Kognitif 

D. Langkah-Langkah Penyusunan Soal HOTS

Seorang guru agar dapat menyusun soal-soal HOTS dibutuhkan beberapa faktor yaitu penguasaan materi pelajaran, kemampuan mnyusun soal, kreatif dalam menentukan stimulus sesuai situasi dan kondisi lingkungan peserta didik atau sekolah.

Berikut dipaparkan langkah-langkah penyusunan soal-soal HOTS.
1. Menganalisis Kompetensi Dasar (KD) yang dapat dibuat soal-soal HOTS 
Guru memilih KD yang akan dibuatkan soal HOTS, karena tidak semua KD dapat dibuatkan soal HOTS, untuk mempermudah proses ini dapat dilakukan dengan cara kerjasama di forum guru seperti MGMP

2. Menyusun kisi-kisi soal
Kisi-kisi penulisan soal-soal HOTS bertujuan untuk membantu para guru dalam menulis butir soal HOTS. Secara umum, kisi-kisi tersebut diperlukan untuk memandu guru dalam: 
(a) memilih KD yang dapat dibuat soal-soal HOTS, 
(b) memilih materi pokok yang terkait dengan KD yang akan diuji, 
(c) merumuskan indikator soal, dan 
(d) menentukan level kognitif. 

3. Memilih stimulus yang menarik dan kontekstual
Stimulus yang digunakan hendaknya menarik, Stimulus yang menarik pada biasanya hal-hal baru, belum pernah dibaca oleh siswa. Sedangkan stimulus kontekstual berarti stimulus yang sesuai dengan kenyataan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Menulis butir pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi soal 
Butir-butir pertanyaan ditulis sesuai dengan kaidah penulisan butir soal HOTS. Kaidah penulisan butir soal HOTS, agak berbeda dengan kaidah penulisan butir soal pada umumnya. Perbedaannya terletak pada aspek materi, sedangkan pada aspek konstruksi dan bahasa relatif sama. Setiap butir soal ditulis pada kartu soal,

5. Membuat pedoman penskoran (rubrik) atau kunci jawaban
Setiap butir soal HOTS yang ditulis hendaknya dilengkapi dengan pedoman penskoran atau kunci jawaban.Pedoman penskoran dibuat untuk bentuk soal uraian.Sedangkan kunci jawaban dibuat untuk bentuk soal pilihan ganda, pilihan ganda kompleks (benar/salah, ya/tidak), dan isian singkat.
  
Dengan mengetahui Pengertian HOTS, pengertian Soal, HOTS, Karakteristik soal HOTS, Level Kognisi berdasarkan Taksonomi Bloom yang disempurnakan oleh Anderson, serta langkah-langkah penyusunan soal HOTS maka diharapkan pada Penilaian Akhir Tahun (PAT) tahun pelajaran 2018/2019 guru dapat menyusun soal-soal sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 revisi 2017 yaitu Mengukur kemampuan berfikir HOTS dan memiliki kemampuan Abad 21.

Demikianlah uraian Teknik Penyusunan Soal HOTS (High Order Thinking Skills), semoga bermanfaat dan terima kasih.

Belum ada Komentar untuk "Pedoman Penyusunan Soal HOTS (High Order Thinking Skills)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel