Perumusan Tujuan Pembelajaran Pada RPP

Tujuan Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran adalah pernyataan tentang tingkah laku apa yang harus dimiliki siswa setelah proses pembelajaran. Tujuan pembelajaran umumnya merujuk kepada kompetensi sasaran yang akan dipelajari.

Fungsi Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran seharusnya tercantum dalam setiap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP yang wajib dibuat oleh setiap guru di setiap mata pelajaran dan jenjang pendidikan. Rumusan Tujuan pembelajaran ini berfungsi sebagai pemandu arah / pengarah jalannya pembelajaran dalam rangka menguasai suatu kompetensi. Tujuan pembelajaran pada ranah sikap mengarahkan proses belajar menguasai kompetensi dasar sikap, tujuan pembelajaran pada ranah pengetahuan mengarahkan proses belajar menguasai kompetensi dasar pengetahuan dan tujuan pembelajaran pada ranah keterampilan mengarahkan proses belajar menguasai kompetensi dasar keterampilan. Inilah fungsi penting tujuan pembelajaran.

Tujuan pembelajaran menentukan materi pembelajaran. Inilah sebabnya tujuan pembelajaran miliki fungsi yang sangat strategis dalam pembelajaran. Kita bisa mengatakan tujuan pembelajaran memiliki keterkaitan dengan materi pembelajaran, evaluasi proses pembelajaran, strategi pembelajaran.

Tingkatan Tujuan Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran atau hasil belajar yang ingin dicapai dirumuskan dalam tiga kelompok ranah taksonomi meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Klasifikasi perilaku hasil belajar atau tujuan pembelajaran yang digunakan pada Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut:
Tujuan Pembelajaran Ranah Sikap

Tujuan Pembelajaran atau hasil belajar ranah sikap dalam Kurikulum 2013 menggunakan olahan Krathwohl, dimana pembentukan sikap peserta didik ditata secara hirarkhis mulai dari menerima (accepting), merespon/menanggapi(responding), menghargai (valuing), menghayati (organizing/internalizing), dan mengamalkan (characterizing/actualizing). Berdasar taxonomi olahan Krathwohl, tujuan pembelajaran dapat dibuat bertingkat-tingkat yaitu :

· Tingkatan menerima (accepting),
· Tingkatan merespon/menanggapi(responding),
· Tingkatan menghargai (valuing),
· Tingkatan menghayati (organizing/internalizing), dan
· Tingkatan mengamalkan (characterizing/actualizing)

Tujuan Pembelajaran Ranah Pengetahuan

Tujuan Pembelajaran atau hasil belajar ranah pengetahuan pada Kurikulum 2013 menggunakan taksonomi Bloom olahan Anderson, dimana perkembangan kemampuan mental intelektual peserta didik dimulai dari C1 yakni:(1) mengingat (remember), peserta didik mengingat kembali pengetahuan dari memorinya; (2) C2 yakni memahami (understand), merupakan kemampuan mengonstruksi makna dari pesan pembelajaran baik secara lisan, tulisan maupun grafik; (3) C3 yakni menerapkan (apply); merupakan penggunaan prosedur dalam situasi yang diberikan atau situasi baru;(4) C4 yakni menganalisis (analyse); merupakan penguraian materi ke dalam bagian-bagian dan bagaimana bagian-bagian tersebut saling berhubungan satu sama lainnya dalam keseluruhan struktur;(5) C5 yakni mengevaluasi (evaluate); merupakan kemampuan membuat keputusan berdasarkan kriteria dan standar;dan (6) C6 yakni mengkreasi (create); merupakan kemampuan menempatkan elemen-elemen secara bersamaan ke dalam bentuk modifikasi atau mengorganisasikan elemen-elemen ke dalam pola baru (struktur baru).

Tujuan Pembelajaran

Berdasar taxonomi Bloom olahan Krathwohl, tujuan pembelajaran ranah pengetahuan dapat dibuat bertingkat-tingkat yaitu :
· Tingkatan (1) C1 yakni mengingat (remember),
· Tingkatan (2) C2 yakni memahami (understand),
· Tingkatan (3) C3 yakni menerapkan (apply);
· Tingkatan (4) C4 yakni menganalisis (analyse);
· Tingkatan (5) C5 yakni mengevaluasi (evaluate);
· Tingkatan (6) C6 yakni mengkreasi (create);

Tujuan Pembelajaran Ranah Keterampilan

Tujuan Pembelajaran atau hasil belajar ranah keterampilan pada Kurikulum 2013 yang mengarah pada pembentukan keterampilan abstrak menggunakan gradasi dari Dyers yang ditata sebagai berikut: (1) mengamati (observing);(2) menanya (questioning);(3) mencoba (experimenting);(4) menalar (associating); (5) menyaji (communicating); dan (6) mencipta (creating). Berdasar taxonomi olahan Dyers, tujuan pembelajaran ranah keterampilan dapat dibuat bertingkat-tingkat yaitu :

· Tingkatan (1) mengamati (observing);
· Tingkatan (2) menanya (questioning);
· Tingkatan (3) mencoba (experimenting);
· Tingkatan (4) menalar / mengasosiasi (associating) ;
· Tingkatan (5) menyaji / mengomunikasikan (communicating); dan
· Tingkatan (6) mencipta (creating)

Tujuan Pembelajaran atau hasil belajar ranah keterampilan yang mengarah pada pembentukan keterampilan kongkret. Taksonomi menggunakan gradasi olahan Simpson dengan tingkatan: persepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerakan, mahir, menjadi gerakan alami, dan menjadi gerakan orisinal. Berdasar taxonomi olahan Simpson, tujuan pembelajaran ranah keterampilan kongkrit dapat dibuat bertingkat-tingkat yaitu :

· Tingkatan (1) persepsi, kesiapan, meniru,
· Tingkatan (2) membiasakan gerakan,
· Tingkatan (3) mahir,
· Tingkatan (4) menjadi gerakan alami,
· Tingkatan (5) menjadi gerakan orisinal

Perumusan Tujuan Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran pada Kurikulum 2013 pada dasarnya sama dengan rumusan tujuan pada umumnya. Mengingat terdapat perubahan yang signifikan pada prinsip pembelajaran maka rumusan tujuan perlu mengimplementasikan prinsip-prinsip pembelajaran kurikulum 2013.

Setelah membuat Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dari setiap KD dilanjutkan dengan membuat rumusan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran merupakan jabaran lebih rinci dari indikator (IPK). Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan KD dari KI pengetahuan dan KD dari KI keterampilan dengan mengaitkan dimensi sikap yang akan dikembangkan. Perumusannya menggunakan Kata Kerja Operasional (KKO) yang dapat diamati dan atau diukur, mencakup ranah sikap, ranah pengetahuan, dan ranah keterampilan.

Rumusan tujuan pembelajaran mengandung komponen Audience, Behaviour, Condition dan Degree (ABCD), yaitu:

A. Pengertian ABCD
Untuk memudahkan penjabaran dan perumusan tujuan pembelajaran khusus ini dapat dilakukan dengan memilah menjadi empat komponen, yaitu ABCD. Komponen dari Baker tersebut sering digunakan dan diuraikan sebagai berikut.

1. A=Audience
·       Pengertian Audience
Salah satu unsur pokok dalam perumusan suatu tujuan pembelajaran adalah audience. Secara bahasa, audience berarti pendengar atau peserta. Dalam konteks pembelajaran, yang dimaksud audience adalah peserta didik. Audience merupakan subjek sekaligus objek dalam pembelajaran, sehingga dalam sebuah rumusan tujuan pembelajaran harus memuat unsur audience. Dalam pembelajaran harus dijelaskan siapa siswa yang mengikuti pelajaran itu. Keterangan mengenai kelompok siswa yang akan manjadi kelompok sasaran pembelajaran diusahakan sespesifik mungkin.
·         Contohnya kata yang mewakili audience
Siswa
Mahasiswa
Murid
Peserta didik, dan sebagainya.
·         Contoh audience dalam tujuan pembelajaran dalam pembelajaran matematika “Diberikan beberapa contoh barisan geometri, siswa dapat mengidentifikasi pola barisan geometri dengan teliti.”

2.      B=Behaviour
·         Pengertian behavior
Behavior adalah perilaku yang diharapkan dilakukan siswa setelah selesai mengikuti proses pembelajaran. Rumusan perilaku ini mencakup dua bagian penting, yaitu kata kerja aktif transitif dan objek. Kata kerja menunjukkan bagaimana siswa mempertunjukkan sesuatu, seperti: menyebutkan, menganalisis, menyusun, dan sebagainya. Objek menunjukkan pada apa yang akan dipertunjukkan itu, misalnya contoh himpunan dan bukan himpunan, kesalahan tanda baca dalam kalimat prinsip induksi matematika, rumus barisan aritmatika, dan sebagainya. Komponen perilaku dalam tujuan pembelajaran sangat penting karena tanpa perilaku yang jelas, komponen yang lain menjadi tidak bermakna.
·         Contohnya kata yang mewakili behavior
Berikut adalah kata yang mewakili behavior yang berupa kata kerja operasional dalam Taksonomi Bloom.


No
Dimensi Proses Kognitif dan Kategori
Kata Kerja Operasinal untuk
Perumusan Indikator/Tujuan
1
Mengingat (C1: Cognitive 1th)
Pengertian: Mengambil pengetahuan dari memori jangka panjang
1.1. Mengenali
mengenali, menyebutkan, menunjukkan, memilih, mengidentifikasi
1.2. Mengingat Kembali
mengungkapkan kembali, menuliskan kembali, menyebutkan kembali
2
Memahami (C2: Cognitive 2th)
Pengertian: Mengkonstruk makna dari materi pembelajaran, termasuk apa yang diucapkan, ditulis, dan digambar oleh guru
2.1. Menafsirkan
menafsirkan, memparafrasekan, mengungkapkan dengan kata-kata sendiri, mencontohkan, memberi contoh, mengklassifikasikan, mengkelompok-kelompokkan, mengidentifikasi berdasarkan kategori tertentu, merangkum, meringkas, membuat ikhtisar, menyimpulkan, mengambil kesimpulan, membandingkan, membedakan, menjelaskan, menguraikan, mendeskripsikan, menuliskan
2.2. Mencontohkan
mencontohkan, memberi contoh
2.3. Mengklassifikasikan
mengklassifikasikan, mengkelompok-kelompokkan, mengidentifikasi berdasarkan kategori tertentu,
2.4. Merangkum
merangkum, meringkas, membuat ikhtisar
2.5. Menyimpulan
menyimpulkan, mengambil kesimpulan
2.6. Membandingkan
membandingkan, membedakan
2.7. Menjelaskan
menjelaskan, menguraikan, mendeskripsikan, menuliskan
3
Mengaplikasikan (C3: Cognitive 3th)
Pengertian: Menerapkan atau menggunakan suatu prosedur dalam keadaan tertentu
3.1. Mengeksekusi
menghitung, melakukan gerakan, menggerakkan, memperagakan sesuai prosedur/teknik, mengimplementasikan, menerapkan, menggunakan, memodifikasi, menstransfer
3.2. Mengimplementasikan
mengimplementasikan, menerapkan, menggunakan, memodifikasi, menstransfer
4
Menganalisis (C4: Cognitive 4th)
Pengertian: Memecah-mecah materi jadi bagian-bagian penyusunnya dan menentukan hubungan-hubungan antarbagian itu dan hubungan antara bagian-bagian tersebut dan keseluruhan struktur atau tujuan
4.1. Membedakan
membedakan, menganalisis perbedaan, mengorganisasikan, membuat diagram, menunjukkan bukti, menghubungkan, menganalisis kesalahan, menganalisis kelebihan, menunjukkan sudut pandang
4.2. Mengorganisasi
mengorganisasikan, membuat diagram, menunjukkan bukti, menghubungkan
4.3. Mengatribusikan
menganalisis kesalahan, menganalisis kelebihan, menunjukkan sudut pandang
5
Mengevaluasi (C5: Cognitve 5th)
Pengertian: Mengambil keputusan berdasarkan kriteria dan atau standar
5.1. Memeriksa
memeriksa, menunjukkan kelebihan, menunjukkan kekurangan, membandingkan, menilai, mengkritik
5.2. Mengkritik
menilai, mengkritik
6
Mencipta (C6: Cognitive 6th)
Pengertian: Memadukan bagian-bagian untuk membentuk sesuatu yang baru dan koheren atau untuk membuat suatu produk yang orisinal
6.1. Merumusakan
Merumuskan, merencanakan, merancang, mendisain, memproduksi, membuat
6.2. Merencanakan
merencanakan, merancang, mendisain
6.3. Memproduksi
memproduksi, membuat

·         Contoh behavior dalam tujuan pembelajaran dalam pembelajaran matematika
a.       Siswa dapat menyebutkan prinsip induksi matematika.
Keterangan:
Kata menyebutkan prinsip induksi matematika adalah menunjukkan behavior.
b.      Siswa dapat mencontohkan himpunan dan bukan himpunan.
Keterangan:
Kata mencontohkan himpunan dan bukan himpunan adalah menunjukkan behavior.

3.      C=Condition
·         Pengertian condition
Condition atau kondisi diartikan sebagai suatu keadaan siswa sebelum dan sesudah melakukan aktivitas pembelajaran, serta persyaratan yang perlu dipenuhi agar perilaku yang diharapkan dapat tercapai. Dalam perumusan tujuan pembelajaran, condition ditulis dalam bentuk kata kerja. Kata kerja yang dimaksud adalah aktivitas yang harus dilakukan siswa agar tercapai suatu perubahan perilaku yang diharapkan.
·         Contohnya kata yang mewakili condition
ü  dengan cara mengamati
ü  dengan berdiskusi
ü  dengan menyimak penjelasan guru
ü  dengan membaca buku sumber
ü  dengan menggunakan kamus
ü  dengan menggunakan internet, dan sebagainya.
·         Contoh condition dalam tujuan pembelajaran dalam pembelajaran matematika
a.       Diberikan beberapa pernyataan, peserta didik mampu menentukan nilai kebenaran dari pernyataan tersebut secara tepat.
Keterangan:
Kata diberikan beberapa pernyataan adalah menunjukkan condition.
b.      Melalui pengamatan lingkungan sekitar, peserta didik mampu menyebutkan minimal 3 contoh pernyataan sederhana beserta negasinya
Keterangan:
Kata melalui pengamatan lingkungan sekitar adalah menunjukkan condition.

4.      D=Degree
·         Pengertian degree
Degree adalah batas minimal tingkat keberhasilan yang harus dipenuhi dalam mencapai perilaku yang diharapkan. Tingkat degree bergantung pada bobot materi yang akan disajikan serta sejauh mana siswa harus menguasai suatu materi atau menunjukan suatu tingkah laku.
·         Contohnya kata yang mewakili degree
ü  dengan benar
ü  paling sedikit 4 macam, dan sebagainya.
·         Contoh degree dalam tujuan pembelajaran dalam pembelajaran matematika
a.       Setelah mengamati video pembelajaran terkait jaring-jaring kubus, siswa dapat memberi contoh jaring-jaring kubus yang lain minimal 2 contoh.
Keterangan:
Kata minimal 2 contoh adalah menunjukkan degree.
b.      Setelah melakukan percobaan membuka jaring-jaring balok, siswa dapat menemukan rumus luas permukaan balok dengan tepat.
Keterangan:
Kata dengan tepat adalah menunjukkan degree.

B. Format Penulisan ABCD
Format perumusan tujuan yang berupa kalimat sempurna itu hendaknya memuat komponen komponen yang disyaratkan dalam perumusan tujuan yang baik. Komponen-komponen yang di maksud menurut Baker (1971) adalah berupa empat kriteria yang diwujudkan dalam ABCD, yaitu

1. A (Audience), berupa kejelasan siapa yang belajar
2. B (Behavior, tingkah laku) berupa kemampuan dan keterampilan siswa yang dapat diamati setelah berakhirnya peristiwa belajar.
3. C (Conditions, syarat) adalah keadaan yang ada sewaktu dilakukan penilaian.
4. D (Degree, ukuran) adalah ukuran yang menunjukkan bahwa siswa telah dapat mencapai tujuan.
Berikut diberikan contoh penyusunan tujuan khusus yang memuat keempat criteria tersebut.
· CABD
Diberikan beberapa pernyataan (C), peserta didik (A) mampu menentukan nilai kebenaran dari pernyataan tersebut (B) secara tepat (D).
· ABCD
Siswa (A) menyebutkan karakteristik segitiga (B) minimal 3 (C) ketika diperlihatkan 10 macam segitiga (D).


Belum ada Komentar untuk "Perumusan Tujuan Pembelajaran Pada RPP"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel